4 Alasan Pentingnya Menjadi Pemimpin Rendah Hati, Yang Ke-3 Wajib DImiliki!

Daftar Isi

Mengapa kita harus memiliki sikap rendah hati? Karena kerendahan hati merupakan salah satu nilai dari kepemimpinan yang penting tapi kurang dibahas dan sering diremehkan.

Artikel ini akan membantu Anda untuk memahami segala aspek seputar rendah hati. Seperti definisi, fungsi, dampak jika Anda memiliki sikap rendah hati, hingga alasan mengapa sebagai pemimpin harus memiliki sikap rendah hati.

Orang yang memiliki sifat rendah hati sudah tentu akan bersikap lebih bijaksana. Hal seperti inilah yang biasanya dibutuhkan oleh seorang pemimpin. Contoh sifat rendah hati menjadi seorang pemimpin adalah dengan mudah memaafkan kesalahan, bersedia mengakui pekerjaan orang lain, dan dapat memotivasi karyawan untuk berbagi ide dan bekerja lebih giat.

Rendah Hati VS Rendah Diri

Menumbuhkan kerendahan hati sebagai seorang pemimpin membutuhkan pengetahuan. Seperti kapan perlu meminta bantuan, menggunakan bahasa inklusif ketika berbicara seputar pekerjaan dan pencapaian, serta memberikan penghargaan kepada orang lain.

Dengan memiliki sikap seperti ini, pemimpin akan lebih mudah didekati oleh karyawannya. Sehingga para karyawan akan memberikan yang terbaik untuk mencapai tujuan bersama, jadi hal ini menjadi salah satu manfaat sikap rendah hati seorang pemimpin. Lalu apa yang dimaksud rendah diri? Apa perbedaan rendah hati dan rendah diri? Apakah kedua hal tersebut sama?

Jawabannya adalah, rendah diri hanya mengacu dan melihat pendapat dari diri sendiri. Pikiran diri sendiri terkadang membuat Anda menjadi kurang percaya diri. Sehingga perasaan seperti menganggap diri sendiri tidak memiliki kemampuan atau bahkan menonjolkan kekayaan atau kedudukan muncul dari sikap rendah diri.

Jika Anda ditanya jelaskan perbedaan rendah hati dan rendah diri, Anda dapat dengan mudah mengetahuinya. Tindakan seseorang yang bukan contoh perilaku rendah hati adalah ketika Anda memamerkan harta atau bersikap sombong, itulah yang disebut rendah diri, atau terlalu menganggap dirinya tidak memiliki kemampuan apapun.

Namun ketika Anda memiliki rasa percaya diri yang cukup, mampu mengesampingkan ego, itulah perbedaan rendah diri dan rendah hati.

Mengapa Rendah Hati Sangat Dibutuhkan Seorang Pemimpin?

Nyatanya, rendah hati merupakan salah satu sikap yang paling dibutuhkan dalam hidup terutama saat menjalani kehidupan sosial.

Namun supaya Adan memiliki sikap rendah hati, dibutuhkan rasa percaya diri yang tinggi terlebih dahulu. Namun yang harus diingat, kerendahan hati bukan berarti Anda kurang percaya diri. Mengapa kita harus memiliki perilaku rendah hati?

Terkadang dengan sikap rendah hati yang dimiliki seorang pemimpin sering disalahpahami. Pemimpin yang tidak mengambil kredit secara penuh dan bersedia untuk berbagi dengan anggota tim justru menunjukkan rasa percaya diri.

Jika seorang pemimpin meminta bantuan, atau mudah memaafkan kesalahan bukan berarti Anda terlihat lemah atau tidak memiliki ketegasan. Melainkan Orang yang rendah hati selalu bersedia untuk mengesampingkan ego.

Hal tersebut membutuhkan kekuatan yang besar. Seperti perbuatan mengakui kesalahan membutuhkan Anda untuk mengesampingkan ego yang Anda miliki.

Bagi beberapa orang, kepemimpinan yang hebat memiliki kualitas yang mengagumkan. Seperti kecerdasan, berkarisma, mampu berinovasi, dan kemauan untuk melakukan kerja keras dalam menyelesaikan sesuatu.

Namun ada sifat kepemimpinan lain yang perlu dan wajib dimiliki oleh para pemimpin sukses, dan itu adalah kerendahan hati. Salah satu contoh sikap rendah hati dalam kehidupan sehari-hari, yaitu belajar.

Dengan belajar, Anda membutuhkan kerendahan hati karena pada proses tersebut Anda membutuhkan informasi atau masukan dari berbagai sumber. Keuntungan sikap rendah hati adalah Anda dapat meningkatkan keterampilan mendengarkan yang jadi jauh lebih baik.

Baca juga :

Stop Ujaran Kebencian, Bangun Kerendahan Hati Sekarang!

4 Alasan Pentingnya Menjadi Pemimpin yang Rendah Hati

Setelah mengetahui kenapa sikap rendah hati sangat dibutuhkan bagi setiap orang khususnya seorang pemimpin, maka selanjutnya Anda perlu mengetahui apa saja alasan yang mendasarinya.

Sebab dalam dunia profesional ada banyak skills leadership yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin, salah satunya yang mampu bersikap rendah hati.

Menjadi pemimpin yang rendah hati bukan berarti kelemahan, tetapi justru menjadi kekuatan yang baik untuk mempengaruhi dan membina orang lain.

Oleh karena itu, supaya Anda menjadi leader yang semakin bisa diandalkan, maka berikut ini adalah 4 alasan kenapa Anda perlu bersikap rendah hati saat jadi seorang pemimpin, diantaranya adalah:

1. Diatas Langit Masih Ada Langit

Dengan menjadi seorang pemimpin, bukan berarti kita pantas untuk menyombongkan hal tersebut. Karena masih banyak orang hebat lainnya yang ada selain kita, namun mereka tidak tinggi hati.

Arti tinggi hati adalah sombong atau angkuh. Sehingga Anda harus perlu selalu mengingat, bahwa masih banyak orang hebat lainnya yang ada di atas Anda.

2. Hidup Terus Berputar

Istilah roda selalu berputar berlaku untuk hal ini. Tidak ada selamanya orang yang berada di atas, dan tidak ada orang selamanya berada di bawah.

Semua yang ada di dunia ini adalah titipan, dan bersifat sementara. Contoh rendah hati dalam kehidupan sehari-hari yang dapat diterapkan, adalah mau mengakui kesalahan dan bersikap tidak sombong jika Anda merupakan seorang pemimpin.

Karena tidak selamanya Anda menjadi seorang pemimpin, sehingga Anda perlu memiliki sikap rendah hati agar selalu ingat. bahwa roda akan selalu berputar.

3. Fleksibilitas dan Keterbukaan

Sebagai pemimpin yang rendah hati, Anda dapat menjadi lebih fleksibel karena bersedia mendengarkan ide baru dan sudut pandang yang berlawanan. Kesediaan Anda untuk mencoba metode atau hal baru akan menjadikan Anda orang yang semakin terbuka.

Hal ini adalah alasan mengapa kita harus bersikap rendah hati. Jika Anda tidak ingin mendengarkan sudut pandang orang lain, atau merasa bahwa cara yang Anda gunakan sudah tepat merupakan contoh sikap rendah diri yang patut dihindari.

4. Adanya Hubungan Sebab Akibat

Peribahasa apa yang kita tanam, itulah yang kita tuai juga berlaku dalam hal ini. Artinya, apa yang Anda kerjakan saat ini, itulah nantinya yang akan Anda dapatkan di kemudian hari. Jika Anda melakukan segala sesuatu dengan baik, maka Anda bisa mendapatkan balasan yang baik pula.

Sehingga Anda dapat menghindari sikap tinggi hati atau rendah diri, karena apa yang Anda peroleh saat ini akibat dari apa yang telah Anda kerjakan atau lakukan dahulu.

Menurut studi yang diterbitkan oleh American Psychological Association (APA) yang berjudul “ What Breaks a Leader: The Curvilinear Relation Between Assertiveness and Leadership” menjelaskan, cara menjadi leader yang baik dan tegas adalah dengan dengan memiliki sikap rendah hati.

Selain itu, pemimpin yang terdapat dalam organisasi apapun yang terlalu tegas atau kurang tegas dipandang kurang efektif. Sehingga pemimpin yang dianggap paling optimal adalah pemimpin yang memiliki ketegasan cukup, tidak berlebihan dan tidak kurang, serta sikap rendah hati.

Hal ini sejalan dengan survey yang dilakukan oleh Harvard Business Review dimana tingkat kepuasan pelanggannya meningkat hingga 54% setelah menerapkan gaya kepemimpinan yang rendah hati.

Sebab, para pemimpin yang rendah hati akan berlaku adil, memiliki empati yang tinggi, serta akan mendengarkan karyawannya. Sehingga karyawan akan tidak segan untuk mengungkapkan ide, gagasan, termasuk kesulitan yang mereka hadapi saat bekerja.

Dimana jelas sekali hal ini akan berpengaruh langsung pada produktivitas kerja yang tinggi dan kepuasan pelanggan yang semakin meningkat.

Tidak hanya bagi para pemimpin, setiap orang perlu bersikap rendah hati pada orang lain. Salah satu manfaatnya, agar Anda dapat terhindar dari sikap sombong yang mampu merugikan orang lain.

Baca juga :

5 Ciri Pemimpin yang Baik, Nomor 5 Buat Anda Berdecak Kagum

Kesimpulan

Menjadi pemimpin dengan sikap rendah hati dapat berpengaruh pada kinerja anggota tim Anda, karena dengan kerendahan hati para pemimpin mampu membawa perusahaan secara selaras dan tanpa ada pihak yang merasa dirugikan ketika mencapai tujuan perusahaan.

ALC Leadership Management menyediakan program pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia yang bisa dilakukan secara online maupun offline. Beberapa contoh pelatihan seperti The Power of Integrity, The Power of Working with Emotional Intelligence, Boost your Focus, Increase your Impact, dan lain sebagainya.

Tingkatkan keahlian SDM Anda hari ini :

– Ketahui bagaimana mengubah cara pandang Anda akan pentingnya bekerja dengan integritas sekaligus memahami dampaknya pada pola pikir, sikap & perilaku, melalui The Power of Integrity.

– Pahami bagaimana cara Meningkatkan kecerdasan emosi yang berdampak pada perkembangan karir, bisnis serta prestasi, melalui The Power of Working with Emotional Intelligence

– Pelajari bagaimana cara mendorong Anda fokus dalam meningkatkan pola pikir serta membangun impact dampak melalui kebiasaan positif, baik di pekerjaan, bisnis maupun kehidupan sehari-hari dengan ALC Method, melalui Boost Your Focus, Increase Your Impact

Ingin menjadi pemimpin уаng tеgаѕ dаn bіjаk dаlаm mеngаmbіl setiap kерutuѕаn? Yuk gabung dalam training online ALC “Assertive Leadership”. Catat tanggal pelaksanaannya dibawah ini yuk!

Assertive Leadership Menjadi Pеmіmріn Tеgаѕ & Rеndаh Hati
Assertive Leadership

Jadwal Training 

Kamis, 7 September 2023

09.00 – 16.00 WIB

Online via Zoom

Detail info pelatihan hubungi team ALC di 087779199555
Jadwal Training Publik Online 2023
Supervisory Skills for Great Supervisor
  • 22/02/2024
  • 09.00 - 16.00 WIB
  • Online via Zoom
Training Online Leadership Fundamental
  • 14/03/2024
  • 09.00 - 16.00 WIB
  • Online via Zoom
Procurement and Purchasing
  • 20/03/2024
  • 09.00 - 16.00 WIB
  • Online via Zoom
Training Online Assertive Leadership
  • 28/03/2024
  • 09.00 - 16.00 WIB
  • Online via Zoom
Training Online Creative Thinking
  • 25/04/2024
  • 09.00 - 16.00 WIB
  • Online via Zoom
Self Leadership in Challenging Times
  • 02/05/2024
  • 09.00 - 16.00 WIB
  • Online via Zoom
  • 1
  • 2