Program Pengembangan Leader: People Leadership & Team Development dan Sustainability with Impact Oriented Leadership

Program Pengembangan Leader People Leadership and Team Development dan Sustainability with Impact Oriented Leadership

ALC Leadership Management bekerja sama dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sukses menyelenggarakan Program Pengembangan Leader selama dua hari pada Kamis & Jum’at, 31 Juli – 1 Agustus 2025 di Yogyakarta Marriott Hotel. Dipandu oleh Budi Aryanto, praktisi leadership berpengalaman, program ini memberikan pengalaman belajar yang dinamis, penuh refleksi, dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta.

Sejak sesi pertama dimulai, suasana pelatihan terasa begitu hidup. Para peserta langsung disambut dengan aktivitas interaktif yang membuat mereka bergerak, berpikir, dan berdiskusi. Tidak ada sesi yang hanya duduk mendengarkan, semua diajak terlibat aktif, saling bertukar pandangan, dan menghubungkan pengalaman pribadi mereka dengan tantangan kepemimpinan sehari-hari.

Energi Positif, Tawa, dan Banyak Keseruan 

Hari pertama dimulai dengan eksplorasi diri dan dinamika tim. Suasana kelas berubah sangat cepat: dari yang awalnya formal menjadi penuh tawa, cerita, dan momen-momen jujur yang membuat setiap peserta merasa lebih dekat satu sama lain.

Salah satu momen paling berkesan adalah ketika peserta melakukan simulasi kerja tim yang menuntut kolaborasi di bawah tekanan waktu. Banyak peserta yang awalnya ragu, akhirnya larut dalam keseruan. Mereka menyadari bahwa pola komunikasi mereka selama ini ternyata berpengaruh besar terhadap hasil kerja tim.

“Wah, saya baru sadar ternyata cara saya memberikan instruksi sering bikin tim bingung,” kata salah satu peserta sambil tertawa saat sesi refleksi berlangsung.

Dari sesi ini, para peserta menemukan bahwa memahami orang dan cara bekerja tiap individulah yang membuat tim menjadi kuat, bukan sekadar strategi atau target.

Lebih Dalam, Lebih Personal, dan Penuh Inspirasi

Memasuki hari kedua, suasana berubah menjadi lebih reflektif. Banyak peserta yang mulai menyadari peran strategis mereka sebagai pemimpin bukan hanya dalam mencapai target organisasi, tetapi juga menciptakan dampak yang lebih besar.

Melalui diskusi kelompok yang hangat dan serangkaian pertanyaan mendalam dari fasilitator, peserta diajak melihat kembali esensi kepemimpinan: apa dampak yang ingin mereka tinggalkan?

Salah satu peserta menyampaikan pandangan yang langsung disambut anggukan dari rekan-rekan lainnya:

“Selama ini saya fokus pada hasil. Tapi setelah sesi hari ini, saya sadar bahwa dampak terbesar saya harusnya terlihat pada orang-orang di sekitar saya, apakah mereka berkembang, merasa dihargai, dan punya ruang untuk bertumbuh.”

Banyak peserta yang mengaku bahwa sesi hari kedua memberikan pencerahan baru mengenai keberlanjutan, bukan dalam konteks teori, tetapi sebagai cara hidup seorang pemimpin: bagaimana keputusan mereka hari ini bisa membentuk masa depan organisasi dan masyarakat.

Kolaborasi, Insight Baru, dan Perubahan Pola Pikir

Program ini benar-benar berhasil menciptakan ruang aman bagi peserta untuk saling belajar. Tidak sedikit yang mengatakan bahwa pengalaman dua hari ini memberi mereka perspektif baru mengenai cara memimpin dan membangun tim.

Beberapa highlight pengalaman peserta:
1. Lebih memahami timnya
Peserta merasakan bahwa mereka perlu lebih sering mendengarkan, bukan hanya memberi arahan. Banyak yang terkejut ketika menyadari betapa besar dampaknya ketika pemimpin hadir sebagai support system, bukan sekadar pemberi instruksi.

2. Menemukan blind spot sebagai pemimpin
Melalui berbagai simulasi dan refleksi, peserta menemukan kebiasaan-kebiasaan kecil yang menghambat potensi tim. Ini menjadi awal perubahan pola kepemimpinan mereka.

3. Mengubah cara pandang tentang keberlanjutan
Bukan hanya soal environment, tetapi tentang dampak jangka panjang keputusan mereka sebagai pemimpin, baik terhadap tim, organisasi, maupun masyarakat.

4. Merasakan bonding yang kuat
Meski berasal dari divisi dan tanggung jawab yang berbeda, peserta merasa jauh lebih dekat setelah program ini. Diskusi-diskusi ringan dan tawa sepanjang sesi membuat suasana menjadi sangat humanis dan hangat.

Testimoni Peserta: Jujur, Natural, dan Menyentuh

Beberapa peserta memberikan kesan mendalam tentang pengalaman peserta:

“Saya tidak menyangka pelatihan dua hari ini bisa sedalam ini. Saya pulang membawa banyak insight pribadi, bukan hanya pengetahuan.”

“Sesi tim benar-benar membuka mata saya. Ternyata apa yang saya anggap sepele selama ini, justru sangat berdampak bagi anggota tim.”

“Saya belajar bahwa kepemimpinan bukan hanya soal target, tapi soal dampak. Ini akan menjadi titik balik bagi gaya kepemimpinan saya.”

Suara-suara seperti ini menggambarkan bahwa program bukan hanya menyampaikan materi, tetapi memberikan pengalaman transformasi.

Mengapa Program Ini Berkesan?

Karena peserta:
• Belajar sambil mengalami
• Mendapat input personal yang mengena
• Melihat diri mereka sebagai pemimpin dengan cara yang berbeda
• Pulang membawa semangat baru untuk memimpin dengan lebih manusiawi dan berdampak

Selain itu, gaya pembawaan Budi Aryanto yang hangat, humoris, dan sangat relevan dengan realita dunia kerja membuat suasana training terasa ringan tetapi penuh makna.

Kesimpulan

Program Pengembangan Leader dengan topik People Leadership & Team Development serta Sustainability with Impact Oriented Leadership ini berhasil memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya informatif, tetapi juga inspiratif dan menyentuh sisi personal para peserta.

Melalui aktivitas interaktif, diskusi mendalam, dan refleksi diri, para pemimpin pulang dengan: kesadaran baru, keterampilan baru, dan semangat untuk memimpin dengan lebih empatik, kolaboratif, dan berorientasi dampak.

Program ini menjadi bukti bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang kemampuan teknis, tetapi soal bagaimana seorang pemimpin mampu menghadirkan perubahan nyata bagi orang-orang yang ia pimpin.

Detail info pelatihan, hubungi team ALC sekarang