4 Manfaat Pertanyaan Terbuka dan Cara Penggunaan yang Tepat

Pertanyaan Terbuka
Daftar Isi

Pertanyaan terbuka kerap kali digunakan dalam sebuah kuesioner atau survei. Jika Anda ingin mengumpulkan informasi yang diinginkan, Anda harus benar-benar paham kapan harus menggunakan pertanyaan terbuka dalam kuesioner dan kapan pertanyaan tertutup dapat diajukan. Namun sebelum itu, Anda harus memahami terlebih dahulu apa makna keduanya.

Melalui artikel ini, Anda akan disuguhkan dengan ulasan mengenai pengetahuan dasar tentang pertanyaan terbuka, kapan penggunaannya, dan apa yang dimaksud dengan pertanyaan tertutup.

Pertanyaan terbuka adalah salah satu cara mengumpulkan informasi yang cukup efektif jika Anda sedang merancang survei atau kuesioner untuk penelitian lebih lanjut. Pemakaian pertanyaan terbuka dan tertutup dalam kuesioner diharapkan mampu memberikan hasil penelitian yang maksimal dan efektif.

Apa yang Dimaksud Dengan Pertanyaan Terbuka dan Tertutup?

Dalam merancang sebuah kuesioner atau survei untuk penelitian, Anda harus mempertimbangkan banyak hal. Dari mulai siapa saja responden yang diharapkan, kapan akan dimulai survei tersebut, siapa saja yang akan ikut serta meninjau hasil surveinya, hingga jenis pertanyaan apa yang sebaiknya digunakan.

Melansir dari laman Netigate, dalam artikel berjudul “A survey expert’s guide to open ended questions” yang diulas oleh Rainer Schätzlein mengungkapkan bahwa sebelum merancang isi kuesioner secara keseluruhan, Anda harus membagi pertanyaan survei terlebih dahulu menjadi dua kategori utama, yaitu: pertanyaan terbuka dan pertanyaan tertutup.

Pertanyaan terbuka adalah pertanyaan yang lebih cocok digunakan untuk data kualitatif dan tidak terstruktur, sementara itu pertanyaan tertutup akan lebih cocok digunakan untuk data kuantitatif.

Sementara itu, melansir dari laman Question Pro, definisi umum untuk pertanyaan terbuka adalah pertanyaan survei atau kuesioner dalam bentuk bebas yang memungkinkan respondennya untuk menjawab dalam format teks terbuka.

Biasanya responden akan menjawab pertanyaan tersebut berdasarkan pengetahuan, perasaan, dan pemahaman dari mereka sendiri secara lengkap. Jawaban pada pertanyaan terbuka adalah tidak terbatas atau tidak terpaku pada beberapa pilihan.

Lalu bagaimana dengan pertanyaan tertutup? Pertanyaan jenis ini cenderung akan membuat tanggapan survei yang dilakukan terbatas atau hanya berdasarkan pada beberapa pilihan yang dicantumkan. Dalam hal ini, pertanyaan terbuka adalah sistem pertanyaan yang sifatnya dapat memberikan informasi lebih banyak, lebih rinci, dan lebih deskriptif tentang topik atau responden tersebut.

Baca juga : Pelatihan Manajemen, Kenali 5 Manfaatnya Untuk Anda Sebagai Manager

Contoh Pertanyaan Terbuka Dalam Kuesioner

    1. Apa yang paling membuat Anda menyukai sajian kepiting di restoran ini?
    2. Apa pendapat Anda tentang video music band BTS terbaru?
    3. Apakah Anda menyukai tampilan Tugu Jogja saat malam hari?

Contoh Pertanyaan Tertutup

– Apakah Anda puas dengan pelayanan restoran ini? (Ya/Tidak)

– Dari skala 1-10, seberapa baguskah video clip BTS berjudul “Butter’?

– Sebagai karyawan, apakah menurut Anda setiap pemimpin membutuhkan pelatihan kepemimpinan khusus? (Sangat butuh/Belum perlu)

Bagi perusahaan, melakukan survei atau penelitian internal juga dibutuhkan supaya Anda tahu apa yang benar-benar dibutuhkan oleh karyawan. Gunakan pertanyaan terbuka dalam kuesioner supaya hasil yang didapatkan lebih efektif dan lebih spesifik.

Bila ternyata hasil survei tersebut menyatakan bahwa karyawan mengalami penurunan kinerja, Anda bisa mengajukan pelatihan Working Excellence yang diadakan oleh tim ALC secara offline. Selain itu, ALC juga memiliki beberapa jenis pelatihan lain yang tepat untuk karyawan Anda, seperti:

    1. Strategic Coaching
    2. Maximized Your Potential, Boost Your Performance
    3. Working Excellent
    4. Procurement and Purchasing
    5. Fraud Audit

Meskipun pertanyaan terbuka dalam kuesioner dianggap paling efektif dan dapat memberikan informasi lebih rinci, namun tipe pertanyaan ini juga memungkinkan untuk mendapatkan jawaban non-respons atau tidak ada tanggapan.

Melansir dari laman Paw Research Center, sebuah survei mengenai hal ini telah dilakukan dan dibuktikan. Hasilnya, tingkat non respons pada pertanyaan survei terbuka bervariasi berdasarkan kelompok demografis hingga faktor lainnya.

Temuanya adalah, pertanyaan terbuka cenderung mendapat non-respons antara 4-25 persen dari 30 pertanyaan yang diajukan. Tak hanya itu, tingkat non-respons pada pertanyaan terbuka juga sebanyak 15% bagi yang melakukan survei menggunakan tablet atau ponsel dan 11% bagi yang menggunakan komputer maupun laptop.

Kapan Digunakannya Pertanyaan Terbuka?

Anda dapat menggunakan pertanyaan terbuka saat Anda ingin mendalami sebuah topik tertentu, ingin mencari ide baru, atau pandangan lain terhadap suatu hal. Jika Anda menggunakan pertanyaan terbuka dalam kuesioner, maka Anda telah mengundang responden untuk berbagi pengalaman dan wawasan mereka secara lebih rinci dan luas.

Cara menggunakan pertanyaan terbuka dalam kuesioner juga cukup mudah, yaitu:

    1. Sebagai pertanyaan yang berdiri sendiri
    2. Untuk menindaklanjuti pertanyaan tertutup
    3. Sebagai bagian dari kolom komentar

Manfaat Menggunakan Pertanyaan Terbuka

Mengutip dari laman Netigate, memakai pertanyaan terbuka dalam kuesioner juga mendatangkan banyak manfaat, beberapa di antaranya adalah:

1. Menemukan Hal-hal Tak Terduga

Pertanyaan terbuka kerap kali memberikan kejutan tak terduga bagi penilai survei tersebut. Misalnya Anda mengajukan sebuah kuesioner untuk karyawan, maka Anda akan mendapatkan lebih banyak insight dan pengetahuan lain yang berhubungan dengan karyawan, pelanggan, atau bisnis Anda sendiri.

2. Data Kualitatif Akan Bertemu Dengan Data Kuantitatif

Memberikan opini, ide, perasaan, maupun tanggapan subjektif sangat penting pada kolom pertanyaan terbuka. Namun memasukkan data numerik dan pola perilaku pelanggan dan karyawan juga diperlukan supaya hasil surveinya seimbang.

3. Dapat Segera Mengambil Tindakan atau Keputusan

Saat survei mengenai pertanyaan terbuka ditutup, Anda akan segera mengetahui respon pelanggan atau karyawan Anda saat itu juga. Hal ini memungkinkan Anda untuk segera menutup survei tersebut dan segera membuat tindakan nyata yang cepat dan terarah.

Baca juga : 4 Cara Mencapai Work Life Balance untuk Hidup Lebih Bahagia!

4. Survei Merupakan Investasi yang Tepat

Melakukan survei atau analisis teks merupakan investasi yang cukup baik. Melalui pertanyaan terbuka dalam kuesioner, Anda dapat segera mengumpulkan wawasan baru yang didapat dan dapat segera merancang perencanaan strategis dan pengambilan keputusan yang tepat.

Kesimpulan

Pertanyaan terbuka adalah poin penting dalam sebuah survei jika Anda membutuhkan data yang lebih luas dan akurat. Namun menambahkan pertanyaan tertutup beberapa poin saja juga penting supaya survei Anda memiliki hasil yang seimbang.

Detail info pelatihan, hubungi team ALC sekarang