7 Cara Ini Terbukti Ampuh Mengenali Toxic Employee Di Perusahaan Anda

Toxic Employee

Toxic employee, ketahui 7 cara ampuh untuk mengenalinya!

Tentu kita sering melakukan interaksi dan komunikasi antar rekan kerja. Dari kegiatan ini dapat menimbulkan efek positif dan negatif. Dampak positifnya kita dapat menjalin hubungan dengan orang lain. Sedangkan negatifnya adalah terciptanya konflik atau permasalahan.

Konflik ini bisa terjadi karena adanya SDM yang memiliki kinerja serta perilaku yang kurang baik. Bahasa kerennya, karyawan yang seperti ini dikenal dengan toxic employee.

Untuk itu, sangat penting dalam mengetahi ciri-ciri toxic employee di lingkungan kerja. Tetapi sebelum membahas lebih detail yuk kenali terlebih dahulu pengertiannya.

Apa itu toxic employee?

Toxic employee adalah karyawan yang sering merugikan dan menyulitkan orang-orang di sekitarnya. Mereka senang untuk memberikan energi negatif dan rasa tidak bahagia.

Karyawan toxic dapat memberikan dampak buruk yaitu menghambat pertumbuhan perusahaan dan mengganggu kinerja serta produktivitas orang lain.

Pakar motivasi leadership Ainy Fauziyah, melalui toxic employees quotesnya mengatakan bahwa “Toxic itu bukan hanya meracuni hati dan pikiran, tetapi juga mental dan cara kerja Anda. Menjadi demotivasi & tidak produktif”.

Efek perilaku ini seperti sebuah virus yang menginfeksi. Dapat menular dan menjangkiti orang lain. Biasanya mereka terkenal dengan istilah “biang onar” yang membuat staff lainnya merasa tidak nyaman, jengkel, marah, kesal, menghambat kinerja dan menguras energi.

Baca juga : Lingkungan Kerja Toxic! Tangani 5 Ciri Ini Sebelum Anda Terlambat!

Terbayang bagaimana jika Anda berada dalam satu tim dengan rekan kerja yang berpotensi sebagai toxic. Sudah pasti sangat tidak nyaman bukan.

Nah, oleh karena itu sangat penting mengetahui ciri-ciri toxic employee sebeum menjadi sumber masalah baik pada team ataupun perusahaan Anda. Yuk kenali cara efektif mengenalinya. Lanjut baca lagi ah!

Yuk simak 7 cara mengenalinya:

Pertama, senang bergosip. 

Toxic employee biasanya membentuk sebuah kelompok dan membuat gosip atau cerita yang belum tentu benar adanya. Dari gosip ini akan mengundang konflik.

Meskipun cenderung masalah sepele, namun pada kenyataannya gosip-gosip kecil inilah yang bisa merusak hubungan baik. Tidak hanya itu hal ini dapat menghambat kinerja, membuat rasa tidak nyaman, dan merusak kinerja.

Fakta lainnya yang harus Anda tahu adalah bergosip merupakan salah satu kegiatan yang bisa menjadi penghambat karier loh!

Kedua, tidak mau bertanggung jawab dan suka menyalahkan orang.

Senang menyalahkan orang lain untuk menyelamatkan dirinya sendiri. Seolah bersikap tidak melakukan kesalahan apapun, tidak mau jujur dan bertanggung jawab atas apa yang telah ia perbuat.

Ia lebih suka mengeluh daripada mencari solusi dan menyelesaikan masalah. Sikap seperti ini dapat membawa pengaruh buruk untuk rekan satu team ataupun orang lain.

Ketiga, menunjukkan perilaku yang buruk

Ia selalu memberikan energi negatif pada di sekitarnya. Cenderung tidak senang melihat keberhasilan orang lain, selalu mengeluh dan menghasut orang lain untuk melakukan hal yang sama.

Keempat, merasa selalu benar.

Menurutnya setiap masalah disebabkan oleh orang lain. Ia tidak menyadari kesalahan mereka sendiri. Merasa selalu menjadi superior dan tidak memperdulikan kritik, saran ataupun perasaan orang lain.

Kelima, kritis terhadap hal-hal yang tidak penting.

Menjadi pribadi yang kritis memang suatu hal memang baik, kita akan menjadi pribadi yang terus menerus belajar. Namun tidak dengan si “toxic” ini. Mereka cenderung kritis terhadap hal-hal yang tidak penting.

Tujuannya adalah agar dapat terlihat “akulah si paling cerdas dan pintar” diantara rekan kerja lain.

Keenam, emosional.

Menjengkelkan merupakan bagian dari si “toxic” ini. Ia sangat tempramen dan emosional. Bila Anda tegur dan kritik ia akan cenderung berontak dan mengelak. Kritik dinilai sebagai bentuk penyerangan terhadap dirinya.

Ketujuh, tidak pernah bersyukur.

Tidak mampu merasa bersyukur. Mereka selalu berkata “hal ini memang pantas saya dapatkan, karena saya sudah melakukan A sampai Z”. Jika tidak mendapatkan hal yang sama dengan rekan lainnya mereka pasti menuntut.

Baca juga : Training Motivasi – Ketahui 5 Dampaknya Untuk Anda Dan Team!

Setelah Anda mengetahui pengertian dan cara mengenali toxic employee di perusahaan. Tentu Anda semakin memahaminya. Eh tapi tunggu dulu, ada pertanyaan penting nih. Sudahkah Anda dapat mengenali dan menangani anggota team/ rekan kerja toxic?

Jika semua hal sudah Anda lakukan tetapi tetap memiliki anggota team/ rekan kerja toxic, berarti ada yang salah nih. Pertanyaannya, sudahkah Anda sudah memiliki skill mumpuni untuk mengatasi toxic di lingkungan kerja?

Jika belum, jangan bingung dan panik ya. Ada solusinya kok. Mengikuti training motivasi karyawan bersama ALC adalah kuncinya.  Dalam pelatihan sdmnya ALC memiliki metode dan materi training karyawan yang sangat relevan dan mudah Anda aplikasikan di pekerjaan serta keseharian.

Kepoiin topik training sdm ALC untuk mengatasi toxic employee yuk!

Training Toxic Employee ALC

ALC Leadership Management sebagai pusat leadership training dan management terbaik di Indonesia,  memiliki training toxic employee ALC. Bersama ALC Anda dapat mengenali dan mengatasi karyawan beracun yang dapat menghambat produktivitas di perusahaan Anda.

Adapun materi training toxic employee ALC sebagai berikut :

– 3 Penyebab karyawan beracun menyedot energi?

– 5 Ciri karyawan beracun yang wajib Anda kenali.

– 3 Langkah mengatasi karyawan beracun.

– Membangun team work sebagai budaya kerja.

Untuk detail info Anda bisa simak di sini ya!

Butuh pelatihan karyawan ALC? Anda bisa menghubungi team ALC di 087779199555

Leave a Reply

EnglishIndonesian
Follow by Email
Pinterest0
fb-share-icon
WhatsApp