fbpx

5 Kebiasaan Ini Membuat Kita Berani Mengakui Kesalahan

Mengakui Kesalahan

Mengakui kesalahan, sulit nggak sih?

Memang sih kalo bertanya itu tidak semudah menjawabnya. Pertanyaannya sih mudah, melakukannya itu yang susah. Saya jadi teringat akan banyaknya pertanyaan dari teman-teman.

Bagaimana sih caranya agar berani mengakui kesalahan?

Nah sebelum menjawab pertanyaan di atas, ayuk kita ingat kembali pengalaman kita saat bertemu orang-orang yang mau mengakui kesalahannya.  Apa sih yang kita rasakan saat itu?

Yang jelas merasa kagumlah. Iri banget dan ingin sekali gitu loh seperti mereka yang berani mengakui kesalahan. Karena sudah pasti dibutuhkan keberanian untuk melakukannya.

Tapi, pada kenyataannya di saat kita melakukannya, berusaha mulai mempraktikkannya, namun ternyata tidak semudah yang kita pikirkan loh.

So, kebiasaan apa saja yang membuat kita berani mengakui kesalahan?

5 Kesalahan Ini Membuat Kita Berani Mengakui Kesalahan

Pertama, introspeksi dengan kesalahan kita, bukan orang lain. Kita tidak akan bisa mengakui kesalahan kita jika kita tidak introspeksi kepada diri kita sendiri, jangan selalu menyalahkan orang lain, cobalah introspeksi diri, kenapa masalah tersbut bisa terjadi, kita tidak akan sadar apa kesalahan yang kita lakukan jika kita selalu meminta orang lain untuk memahami diri kita.

Mengakui kesalahan memang bukan hal yang mudah, tetapi jika kita bisa melakukannya, maka kita sudah selangkah lebih maju, kita akan lebih mudah dalam mengatasi masalah dan orang lain juga akan lebih respect dengan kita.

Kedua, belajar memahami orang lain. Belajarlah untuk memahami perasaan orang lain, dimulai dari belajar memahami diri sendiri terlebih dahulu. Belajar memosisikan diri kita sebagai orang lain, apakah kita ingin jika diperlakukan seperti itu? Apa yang akan kita lakukan jika kita diperlakukan seperti itu?

Baca juga : 5 Langkah Bijak Ini Membantu Anda Saat Berbeda Pendapat

Mungkin kita akan melakukan hal yang sama seperti yang orang tersebut lakukan kepada kita, semua orang punya caranya masing-masing dalam menangani masalah, maka dari itu jangan merasa rendah jika kita mengakui kesalahan.

Kita memang kadang merasa ingin dipahami oleh orang lain, namun kita juga melakukan kesalahan, maka mulailah mengakui terlebih dahulu agar apa yang kita rasakan dan ingin kita sampaikan dapat diterima dengan baik oleh orang lain.

Ketiga, hindari gengsi. Tidak ada yang bagus dari gengsi, karena gengsi hanya akan memperpanjang masalah dan meregangkan hubungan kita dengan orang lain.

Gengsi tidak akan membawa kita kemana-mana, kita hanya akan terlihat denial dan tidak berusaha menyelesaikan masalah, karena kita merasa rendah untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf, justru menunggu orang lain untuk melakukannya terlebih dahulu kepada kita.

Gengsi membuat kita menjadi ingin tampil sempurna dan merasa lebih tinggi dari orang lain yang membuat kita menjadi tidak hormat kepada orang yang kedudukannya lebih rendah daripada kita, karena itu buanglah perasaan gengsi karena kita semua manusia yang kedudukannya sama di mata tuhan.

Keempat, kurangi ego. Ego dapat terbentuk dari perasaan yang mementingkan diri sendiri dibanding orang lain, ego dapat terbentuk dari kepribadian, prinsip, jabatan, dan kemampuan yang kita miliki. Ego membuat kita merasa bahwa kita yang lebih benar dan membuat kita tidak mau mengakui kesalahan.

Sebenarnya ego tidak selalu bersifat negatif, namun untuk mengakui kesalahan, kita harus menurunkan ego yang kita miliki, dengan menurunkan ego, kita akan berusaha mengalah dan mengakui kesalahan yang telah kita perbuat.

Kelima, Jangan menunggu. Jika kita memang ingin menjadi orang yang mau mengakui kesalahan yang kita perbuat, jangan pernah menunggu orang lain untuk meminta maaf kepada kita. Menunggu bukanlah hal yang enak untuk dilakukan, karena kita berharap kepada orang lain yang jalan fikirannya berbeda dengan kita, apa yang kita mungkin fikirkan belum tentu sama dengan orang lain.

Baca juga : Untuk Menang, Haruskah Kita Balas Dendam?

Maka dari itu tidak ada gunanya jika menunggu orang lain yang memulai untuk mengakui kesalahannya, karena kita tidak tahu apakah orang tersebut berniat untuk menyelesaikan masalah atau tidak, maka dari itu belajarlah untuk tidak menunggu dan mulailah mengakui kesalahan kita secara terbuka.

Kalau begitu, mari kita bertanya pada diri sendiri. Hari ini, sekarang ini, kesalahan apa lagi sih yang mau kita akui? Kekurangan apa saja yang mau kita akui? Dan kelebihan orang-orang di sekitar kita mana saja yang harus kita akui di depan mereka? Saatnya jujur di dalam hati.

Selamat berani mengakui kekurangan dan kesalahan!

Jadwal Training Online

Fraud Audit, Cara Mendeteksi Kecurangan Dan Gejalanya Sejak Dini
  • 12 Okt 2021 | 09.00 - 12.00 WIB
  • Training Online via Zoom
Creative Problem Solving : Arti, Manfaat Dan Cara Mengambil Keputusan
  • 21 Okt 2021 | 09.00 - 12.00 WIB
  • Training Online via Zoom
Procurement And Purchasing Strategy : Arti, Manfaat Dan Caranya
  • 15 Nov 2021 | 09.00 - 12.00 WIB
  • Training Online via Zoom

Hubungi Team ALC

  • Celebration Garden Blok AC.9 No. 19 Grand Wisata - Bekasi Timur 17510
  • 02182615440
    087779199555

Share With Your Friends