5 Cara Meningkatkan Emotional Intelligence Untuk Kesuksesan Karir

Emotional Intelligence

Emotional Intelligence, yuk kenali cara meningkatkannya

Beberapa orang mungkin masih bertanya-tanya dan binggung, bagaimana sih bentuk kecerdasan emosional atau yang lebih sering di kenal dengan emotional intelligence?

Emotional intelligence adalah sebuah kecerdasan untuk memahami dan mengenali emosi pada diri sendiri, tentang apa yang ingin disampaikan terhadap situasi dan perilaku orang-orang disekitar. Secara tidak langsung, kecerdasan ini menentukan persepsi dan respon kita terhadap perilaku emosional orang lain.

Pernahkah Anda membayangkan, jika semua orang yang ada dalam lingkungan kerja Anda memiliki emotional intelligence yang baik. Wah pasti semua akan terasa mudah dan nyaman bukan? Anda akan berada dalam lingkungan yang setiap individunya memiliki emosi yang stabil. Bahasa mudahnya sih, Anda dikelilingi orang-orang yang tidak mudah “senggol bacok” (mudah terbawa emosi/ control emosi yang buruk).

Namun pada kenyataan tidak semua orang memiliki kecerdasan emosi yang baik ya. Setiap individu memiliki kepribadian yang unik dan berbeda-beda. Masing-masing memiliki cara dalam mengekspresikan emosi dan perasaan.

Dalam dunia kerja juga seperti itu, tidak semua karyawan mampu mengekspresikan emosinya. Ada yang suka berbicara blak-blakan, sedangkan karyawan lainnya sangat pendiam dan tidak bisa mengungkapkan kekesalan yang dia rasakan.

Oleh karena itu, untuk menangani perbedaan yang ada memerlukan kecerdasan emotional intelligence yang matang dan stabil. Kecerdasan ini sangat penting perannya dalam menjaga keseimbangan emosi di dalam kehidupan, baik secara profesional ataupun pribadi, maupun dalam kehidupan sehari-hari dan di tempat Anda bekerja.

Ada kabar baiknya loh, orang-orang yang memiliki dan mampu menjaga emotional intelligence atau kecerdasan emosional dengan sangat baik, terbukti akan memiliki karir melesat dan jauh lebih sukses daripada orang-orang yang mudah terpancing emosi.

Fakta lainnya, bahwa memiliki kecerdasan emosional menghindari Anda dari hal-hal yang bisa menjadi penghambat karir, serta tidak mudah terbawa dalam pengaruh negatif toxic employee, dan mereka yang memiliki emotional intelligence atau kecerdasan emosional lebih disukai oleh banyak pihak dan mudah diterima dalam lingkungan baru.

Baca juga : Leadership Development Program, Arti, Manfaat Dan Tujuannya

Apa itu emotional intelligence?

Menurut HelpGuide emotional intelligence adalah kemampuan untuk memahami dan mengelola emosi secara positif sehingga dapat mengurangi stres, menciptakan effective communication, berempati kepada orang lain, mengelola emosi yang dirasakan oleh diri sendiri ataupun orang lain, dan mampu menghadapi tantangan dan meminimalisir konflik.

Dengan emotional intelligence atau kecerdasan emosional membantu Anda dalam membangun charachter and culture building yang positif dalam lingkungan kerja Anda.

Manfaat emotional intelligence untuk kesuksesan karir.

Daniel Goleman dalam bukunya yang berjudul “Emotional Intelligence : Why It Can Be Matter More Than IQ” menjelaskan bahwa, emotional intelligence atau kecerdasan emosi memberikan dampak sebanyak 80% terhadap keberhasilan seseorang, sedangkan IQ hanya menyumbangkan dampak sebanyak 20%.

Sangat keren bukan kecerdasan emosional itu? Bayangkan bisa menyumbangkan 80% untuk keberhasilan dan kesuksesan karir Anda. So, mulai sekarang Anda harus memahami bahwa kecerdasan emosional merupakan hal penting, tidak lupa didukung dengan kecerdasan IQ maka kinerja dan karir Anda akan mengalami perubahan serta keberhasilan yang positif.

Yuk simak manfaat emotional intelligence untuk karir Anda :

Pertama, membantu membangun hubungan dengan orang lain. Dalam dunia kerja ataupun pribadi, kita pasti membutuhkan bantuan orang lain. Komunikasi merupakan dasar untuk kita bisa membangun dan membina relasi dengan orang lain.

Untuk menciptakan effective communication, Anda harus memahami dan mengenali rekan kerja ataupun orang lain. Jadi, Anda harus mampu menempatkan diri sesuai dengan lingkungan dan juga keadaan.

Dengan kecerdasan emosi yang baik, Anda akan mampu menciptakan bagaimana caranya agar mampu menjalin hubungan dengan orang lain dengan cara yang positif. Misalnya jika ingin mengajak rekan kerja untuk bercanda, pastikan kondisinya ya.

Jangan disaat lawan bicara Anda serius Anda meresponnya dengan bercanda. Tentu akan sangat mengesalkan bukan? Oleh karena itu sangat penting untuk memiliki emotional intelligence yang baik.

Kedua, mampu memecahkan masalah. Dengan emotional intelligence yang baik, akan membantu Anda mengendalikan mood dan juga emosi dengan cara yang kreatif. Jika Anda menyelesaikan sebuah permasalahan dengan kondisi yang penuh emosi, dan berapi-api tentu permasalahan tersebut tidak akan selesai, yang terjadi adalah menambah masalah baru.

Dengan kecerdasan emosi yang baik, Anda akan mampu menciptakan sebuah solusi atas permasalahan dengan baik dan tidak melibatkan emosi di dalamnya.

Ketiga, mengembangkan jenjang karir. Banyak perusahaan besar yang memilih kandidat dengan kecerdasan emotional yang tinggi dan baik untuk di promosikan. Perusahaan akan menilai bahwa dengan kecerdasan emosional yang baik Anda mampu menjadi pemimpin yang baik, sedangkan jika Anda memiliki intelektual yang tinggi Anda adalah pekerja yang baik. Sudah terlihat perbedaannya bukan?

Karena menjadi pemimpin sejati dan pemimpin efektif membutuhkan kecerdasan emosional yang baik. Pemimpin yang baik harus mampu mengelola, mengambil keputusan, meskipun dibawah tekanan. Itulah mengapa sangat penting emotional intelligence.

Sudah terbukti bukan teori dari Daniel Golman? Bahwa kecerdasan emosional akan membawa dampak sebesar 80% pada kesuksesan dan karir Anda.

Keempat, meningkatkan produktivitas. Dengan kecerdasan emosional yang baik Anda akan mampu membedakan mana urusan pekerjaan, dan urusan pribadi loh. Gak percaya? Kita bahas ya, jika Anda memiliki emotional intelligence yang baik, rasa malas ataupun rasa galau Anda tidak akan mempengaruhi kinerja Anda.

Karena Anda sudah mengetahui mana hal penting yang harus dikerjakan, dan mana urusan pribadi yang bisa Anda kesampingkan terlebih dahulu. Hal ini akan membawa dampak positif yaitu produktivitas Anda dalam bekerja akan meningkat.

Kelima, manajemen stres lebih baik. permasalahan akan datang tanpa kita ketahui kapan waktunya tiba. Konflik dengan rekan kerja misalnya, atau beban kerja, dan permasalahan lainnya yang bisa membuat Anda stres bahkan menyebabkan kesehatan Anda terganggu. Wah bahaya juga ya.

Dengan kecerdasan emosional yang tinggi dan baik, Anda akan lebih mudah beradaptasi dengan kondisi yang tak terduga sehingga tidak mudah stres. Selain itu, Anda juga memahami tentang diri Anda sendiri, dan bagaimana menangani stres yang sedang dihadapi.

5 cara meningkatkan emotional intelligence.

Adapun 5 cara meningkatkan emotional intelligence, sebagai berikut :

Pertama, gali akar permasalahannya. Tantangan tersulit dalam meningkatkan kecerdasan emosional adalah memahami orang lain. Maka dari itu penting sekali Anda meningkatkan rasa empati.

Rasa empati berbeda dengan mencampuri urusan orang lain ya. Itu sangat berbeda. Rasa empati adalah kepedulian kita terhadap orang lain, tanpa ada kepentingan lain. Sangat berbeda dengan mencampuri urusan orang lain, terkadang beberapa orang menjadi penghasut untuk dengan masuk terlalu dalam ke konflik orang lain. Dibelakang orang tersebut, permasalahan yang sedang dihadapi dijadikan bahan untuk bergosip.

Anda harus menghindari hal tersebut, jangan menjadi toxic dalam lingkungan pribadi ataupun pekerjaan Anda. Anda juga tidak diperbolehkan untuk menilai permasalahan seseorang dengan kata “lebay”, karena setiap orang memiliki konflik dan permasalahannya masing-masing.

Menjadi pendengar yang baik dan memberikan solusi terbaik yang mampu Anda berikan itu jauh lebih baik di lakukan tanpa harus mencampuri permasalahan orang lain.

Kedua, berintrospeksi diri saat Anda menerima kritik. Melatih kecerdasan emosional juga penting dilakukan ketika Anda merasakan kejadian yang kurang mengenakan, misalnya mendapatkan kritik dari orang lain. Tanpa Anda sadari bahwa kritik adalah sarana untuk mengembangkan diri Anda, selama kritiknya positif ya.

Ketika Anda mendapatkan kritik ada baiknya Anda berintrospeksi diri, daripada membuang-buang tenaga dengan marah-marah, berkecil hati, dan sedih. Lebih baik Anda mengambil pesan positif yang disampaikan dalam kritik tersebut. Buang ego dan emosi Anda, dan rasa bahwa Anda selalu benar. Dengan menerima kritik maka akan memperbaiki diri Anda di kemudian hari.

Ketiga, minta pendapat orang lain. Terkadang Anda membutuhkan pendapat orang lain untuk memahami diri Anda sendiri. Tidak ada salahnya Anda bertanya terhadap orang-orang terdekat dengan pertanyaan “Saya dimata kalian itu seperti apa?”. Dengan mendengarkan penilaian terhadap diri Anda, maka Anda akan melatih kecerdasan emosional Anda sendiri.

Mendengarkan pendapat orang lain, akan membawa Anda pada persepektif atau sudut pandang lain tentang siapa diri Anda loh. Kenapa bisa demikian? Karena Anda akan mengerti bahwa bisa saja selama ini apa yang Anda anggap benar, itu belum tentu bisa diterima dengan baik di lingkungan kerja ataupun pribadi Anda.

Keempat, membuat mood journaling. Cara sederhana yang bisa Anda lakukan adalah dengan membuat mood journaling atau yang lebih dikenal dengan menulis diary. Sudah tidak asing lagi bukan dengan diary?

Meskipun terkesan kuno dan jadul (zaman dulu), menulis diary atau mood journaling akan membantu Anda untuk bisa mengelola emosi dan meningkatkan emotional intelligence loh.

Ketika Anda merasa tidak ada orang yang Anda percayai untuk mencurahkan isi hati Anda, hal ini bisa dimanfaatkan. Meskipun tidak ada solusi, tetapi setidaknya Anda sudah mengeluarkan energi negatif seperti rasa marah, sedih, kecewa, dsb. Jika hal itu sudah dilakukan, maka mood Anda juga akan membaik sehingga konsentrasi Anda dalam bekerja ataupun melakukan kegiatan lainnya akan meningkat.

Kelima, berpikir sebelum bertindak. Jika Anda ingin melatih kecerdasan emosi, ada cara sederhana loh tetapi ini penting dan sering dilewatkan oleh banyak orang. Hal tersebut adalah, ketika Anda mengambil keputusan atau melakukan sesuatu jangan terburu-buru dan terbawa emosi.

Baca juga : 5 Tips Menjadi Pemimpin Efektif Dan Berpengaruh

Anda juga harus melihat dampak yang akan ditimbulkan baik untuk diri sendiri ataupun orang lain.

Memang hal tersebut terkesan mudah, tetapi melakukannya terkadang tidak semudah yang dikatakan. Kuncinya adalah Anda harus mencoba belajar mendengarkan daripada berbicara. Dengan begitu Anda akan terbiasa untuk mengendalikan diri sebelum mengatakan atau berbuat sesuatu.

Nah, setelah membaca artikel mengenai 5 Cara Meningkatkan Emotional Intelligence untuk Meraih Kesuksesan, apakah Anda sudah memahaminya? Apakah Anda sudah menerapkannya lingkungan kerja ataupun dalam keseharian? Jika sudah, seberapa efektifkah? Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Jika membutuhkan jasa provider training untuk mengadakan untuk meningkatkan kecerdasan emosional, ALC Leadership Management atau ALC memiliki program training SDM dengan pendekatan yang berbeda. Selain itu

ALC Leadership Management juga memiliki program training untuk meningkatkan Emotional Intelligence dengan topik training Effective Communication, Coaching and Counseling, The Power of Working Emotional Intelligence. Training bisa diadakan secara offline maupun online. Beberapa contoh materi program training untuk manager yang disukai klien kami di antaranya The Power of Integrity, Boost Your Focus, Increase Your Impact, dsb.

Detail info pelatihan hubungi team ALC di 087779199555

Tinggalkan Balasan

EnglishIndonesian