10 Tanda Leadership Kepemimpinan Anda Dan Team Harus Diperbaiki

Leadership Kepemimpinan

Leadership kepemimpinan Anda dan Team harus diperbaiki, simak yuk 10 tandanya!

Melatih leadership kepemimpinan merupakan solusi terbaik untuk membangun kekuatan team. Bagaimana dengan keadaan team Anda saat ini? Sudah seberapa jauh keseriusan Anda dalam menangani performa team? Sebelum menjawabnya, yuk simak lebih lanjut.

Leadership atau kepemimpinan yang kuat membentuk team kokoh di kondisi apapun. Tidak mudah untuk menyadarkan seorang pemimpin bahwa gaya kepemimpinan yang dilakukannya selama ini salah. Oleh karena itu, training yang berkualitas pastinya bisa membuat para peserta bisa menilai sendiri, apakah gaya kepemimpinannya selama ini sudah tepat atau kurang.

10 kondisi ini menunjukkan bahwa kepemimpinan Anda dan team harus diperbaiki :

Pertama, saling menyalahkan. Sering melihat team Anda saling menyalakan satu sama lain? Sebaiknya Anda waspada. Saling menyalahkan tidak akan memberikan solusi. Lambat laun, rasa tanggung jawab dan kepercayaan masing-masing team Anda bisa saja terkikis.

Oleh karenanya, mengakui kesalahan perlu Anda jadikan budaya dalam bekerja. Dengan begitu, anggota team jauh lebih bertanggung jawab dan mengintrospeksi diri mereka.

Kedua, kurang adanya inisiatif. Kurangnya inisiatif adalah permasalahan yang sering ditemui di team manapun. Sifat ini timbul karena kebiasaan. Ya, kebiasaan seorang atasan yang hanya memberikan perintah, tanpa melibatkan bawahannya secara langsung terhadap permasalahan.

Baca juga : Yuk Ketahui Pentingnya Hubungan Motivasi Dengan Kinerja

Akibatnya, para karyawan terbiasa menunggu perintah. Inisiatif mereka akhirnya menurun. Nah, kondisi ini tidak bisa Anda remehkan. Karenanya, ALC Leadership Management menjadikan The Power Of Collaboration sebagai salah satu topik leadership kepemimpinan menarik yang perlu diikuti pimpinan untuk melibatkan team lebih dalam.

Ketiga, rendahnya tanggung jawab dan kepedulian. Ya, sikap tidak peduli adalah awal dari banyak permasalahan sulitnya kerjasama. Apakah team Anda sering mengabaikan tugas-tugas yang diberikan? Penyebab utama dari 2 sikap ini adalah leadership & kepemimpinan yang buruk. Kebanyakan atasan tidak berani menegur bawahannya secara langsung.

Lalu bagaimana mengatasinya? Dekati mereka secara personal dan sampaikan kekhawatiran Anda. Anda juga wajib menanyakan apakah mereka tengah menghadapi tekanan/ tidak. Setelah Anda mengetahui apa masalahnya, pikirkan bagaimana cara meringankannya. Kepedulian dan tanggung jawab ini adalah dasar kepemimpinan dan Anda wajib menguasainya.

Keempat, kurang aktif. Istilahnya, “hanya menunggu bola datang menghampiri”. Seseorang yang pasif biasanya tidak percaya diri. Tidak berani mengungkapkan pendapat karena tidak nyaman dengan kondisi. Mereka cenderung menghindari konflik sehingga hanya menurut apa yang diperintahkan. Akibatnya, mereka menjadi kurang partisipatif.

Jadi, hal yang harus Anda lakukan adalah membangun kepercayaan diri mereka. Yaitu mengenali mereka secara personal, pahami kelebihan & kekurangannya, bantu mereka menyelesaikan masalah, dan yang terakhir memberikan apresiasi.

Kelima, delegasi yang masih lemah. Maksudnya adalah tidak bisa mendelegasikan pekerjaan ke bawahannya. “Apakah efektif jika saya meluangkan waktu untuk menjelaskan kepada bawahan saya? Bukankah lebih cepat jika saya melakukannya sendiri?”. Pemikiran seperti inilah yang membuat rendahnya delegasi Anda. Dan ini bukanlah leadership yang bagus.

Untuk memiliki delegasi yang tinggi, Anda wajib mempercayai kemampuan team Anda. Ya memang memakan waktu. Namun, apa gunanya team jika Anda tidak mampu memberdayakan mereka dengan maksimal? Berikan mereka kesempatan untuk membuktikan kemampuannya. Dengan begitu, team Anda menjadi lebih pintar & pekerjaan Anda pun jauh lebih ringan.

Keenam, komunikasi kurang sehat. Komunikasi negatif dapat melibatkan konflik yang besar di antara karyawan. Entah itu gossip, berdebat besar-besaran, dan tidak jujur mengucapkan apa yang dipikirkan.

Bagi seorang pemimpin, mengenali tanda-tanda konflik di antara karyawan adalah langkah awal yang tepat. Tegurlah karyawan-karyawan yang bermasalah ini dan buka semuanya. Lalu bekerja dengan karyawan itu untuk menyelesaikan masalah.

Ketujuh, kepercayaan rendah. Salah satu contoh kecilnya adalah berbagi informasi hanya dengan segelintir orang dan tidak terbuka dengan anggota team. Otomatis, ada beberapa anggota team yang merasa tidak dihargai. Merekapun akan meragukan kemampuan mereka. Hilang juga kepercayaan dirinya. Bagaimana anggota team saling percaya apabila mempercayai dirinya saja tidak bisa?

Hal simple yang perlu dilakukan adalah terbuka. Ya, bicarakan tiap informasi yang memang seharusnya diketahiui team. Pertahankan transparansi dan komunikasikan lebih dari yang Anda anggap perlu. Berikan mereka informasi, arahan, dukungan, dll. Karyawan tidak dapat melangkah jika mereka tidak memiliki landasan.

Kedelapan, kurang solid & masih senang bekerja sendiri-sendiri. Penyebab utamanya adalah jiwa kompetitif dan individualisme yang tinggi. Memang, sifat individualis dan kompetitif terkadang diperlukan. Namun ada saatnya team berkerja sama untuk mencapai tujuan besar. Jika terus-menerus bekerja sendiri-sendiri, khawatirnya pekerjaan menjadi berat sebelah.

Karena seorang pemimpin yang baik adalah ia yang mampu merangkul teamnya dengan apik. Bila tertarik, Anda bisa mengikuti training leadership Building Solid Team yang sebagai tools untuk mendapatkan skillsnya. Menjadikan Anda pemimpin yang handal dalam memperbaiki serta meningkatkan kinerja team Anda.

Kesembilan, cara berpikir sempit dan cenderung negative. Orang-orang yang berpikir sempit tidak ingin ide-ide mereka ditantang. Merasa pendapatnya paling benar dan tidak terbuka terhadap pandangan orang lain. Mereka tidak ingin mendengar suara siapa pun kecuali suara mereka sendiri.

Kesepuluh, mental blok leadership kepemimpinan. Ini adalah sebuah keyakinan yang membatasi diri jika anda ada sebuah rencana untuk mencapai sesuatu. Dan akibat mental block tersebut akhirnya anda menjadi tidak mengejarnya untuk mencapainya. Belum mencoba, tetapi sudah menyerah? Jelas bukan karakter leadership banget!

Baca juga : Simak 7 Tipe Pelatihan Dan Pengembangan Karyawan Untuk Perusahaan

Kondisi-kondisi tersebut bisa menjadi tanda bahwa gaya kepemimpinan Anda kurang tepat sehingga akan berpengaruh ke berbagai aspek dalam tim yang Anda pimpin. Apabila hal ini tidak segera di atasi, maka dampak yang akan terkena semakin luas dan akhirnya bisa membuat tim bubar atau kerugian pada suatu perusahaan. Oleh karena itu, penting untuk menyelenggarakan pelatihan bersama provider training terbaik dan terpercaya.

Dengan melakukan pelatihan dan pengembangan sdm, Anda akan tahu mengenai karakteristik dan tanggung jawab yang dimiliki seorang pemimpin. Bukan sekedar memberikan perintah, tapi Anda juga harus tahu bagaimana berkomunikasi secara efektif, memberikan perintah dengan baik, dan melakukan hal-hal yang menjadi tanggung jawab seorang pemimpin. Jadi, jangan ragu untuk segera menghubungi provider training untuk merancang pelatihan kepemimpinan.

ALC Leadership Management memiliki program training kepemimpinan dengan pendekatan yang berbeda. Training bisa diadakan secara offline maupun online. Beberapa contoh materi program training leadership yang disukai klien kami di antaranya Great Leaders Great Teams, Situational Leadership, Building High Performance Teams, dsb.

Tingkatkan keahlian Leadership Anda hari ini :

– Pelajari cara menjadi pemimpin yang Strategic dalam mengembangkan Team sekaligus efektif dalam membangun komunikasi, melalui Great Leaders, Great Teams

– Ketahui cara lebih percaya diri dalam memetakan team, mengembangkan kemampuan dan memaksimalkan potensinya, melalui Situational Leadership.

– Ketahui cara membangun Team yang berperforma tinggi melalui budaya terlibat aktif dan pemberdayaan, melalui Building High Performance Teams

Detail info pelatihan hubungi team ALC di 087779199555

Leave a Reply

EnglishIndonesian
Follow by Email
Pinterest0
fb-share-icon
WhatsApp